BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi
standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pendidikan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Standar
pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat
satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai
efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan
pendidikan mencakup perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan
evaluasi, kepemimpinan sekolah dan sistem informasi manajemen.
SD
No. 3 Bayuasri telah memiliki Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah, namun dalam
penyusunan program kerja tersebut belum didukung dengan hasil analisis konteks
yang mencakup analisis 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, analisis satuan
pendidikan dan analisis lingkungan satuan pendidikan. Hal ini disebabkan karena
masih terbatasnya kemampuan analisis dan terbatasnya naskah panduan yang dapat
dijadika acuan bagi sekolah untuk melakukan analisis secara benar dan optimal
sesuai dengan potensi sekolah.
Untuk
itu sekolah berupaya menyusun Rencana Kerja Sekolah secara matang dengan
mempertimbangkan unsur kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada di
sekolah.Penyusunan Rencana Kerja Sekolah menerapkan prinsip-prinsip:
memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik, mengakomodasi semua kebutuhan, keterpaduan,
tersistem, transparansi dan keterkaitan serta kesepadanan.Rencana Kerja Sekolah
yang telah tersusunakan member arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam
rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik dengan resiko yang
kecil dan untuk mengurangi ketidak pastian masa depan.
1.2 Dasar Kebijakan
1.
Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Pasal 4 ayat 1 dan 6, pasal 35 ayat 1 dan 2, dan pasal 45 ayat 1;
2.
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 1 ayat 9, pasal 49 ayat 1, pasal 50 ayat 1 dan 3, pasal 51
ayat 1, 2 dan 3, pasal 53 ayat 1, 2 dan 3, pasal 54 ayat 1, 2 dan 4, pasal 62
ayat 1,2,3 dan 4;
3.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
4.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
5.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24
Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan;
6.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/Madrasah;
7.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Guru;
8.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
9.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20
Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
10. Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007
tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009
tentang Standar Pembiayaan Operasi Nonpersonalia untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA,
SMK, SDLB, SMPLB dan SMALB
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Analisis Kondisi Satuan
Pendidikan
Analisis kondisi pendidikan saat ini, masa datang,
dan identifikasi tantangan nyata SD No. 3
Banyuasri sebagai berikut.
|
No
|
Kondisi
Pendidikan Saat ini
(Tahun
2013)
|
Kondisi
Pendidikan Masa Depan
(Tahun
2017)
|
Kesenjangan
Kondisi
|
|
1
|
Standar
Isi
|
|
|
|
a.
|
Pengembangan
satuan pendidikan belum mengacu SNP
|
Pengembangan
satuan pendidikan mengacu SNP
|
30%
|
|
b.
|
Kalender
pendidikan telah tersusun dengan baik, namun belum mengacu SNP
|
Kalender
pendidikan telah tersusun dengan baik, mengacu SNP
|
5%
|
|
c.
|
Belum diadakan pemetaan KTSP untuk semua mata pelajar.
|
Pemetaan KTSP Untuk semua mata pelajaran
|
60%
|
|
d.
|
Silabus
belum dikembangkan untuk semua mata pelajaran
|
Silabus
dikembangkan untuk semua mata pelajaran mengacu SNP
|
60%
|
|
e.
|
Sistem
penilian untuk semua mata pelajaran belum dikembangkan
|
Sistem
penilian untuk semua semua mata pelajar dikembangkan
|
40%
|
|
f.
|
RPP belum dikembangkan untuk semua mata pelajaran
|
RPP dikembangkan untuk semua mata pelajaran mengacu SNP
|
60%
|
|
g.
|
Penyusuan
beban belajar belum memenuhi SNP
|
Penyusunan
beban belajar memenuhi SNP
|
10%
|
|
2
|
Standar
Proses
|
|
|
|
a.
|
Metode pengajaran khususnya pendekatan CTL
|
Metode pengajaran khususnya pendekatan CTL dapat dikembangkan
|
70%
|
|
b.
|
Inovasi
bahan pembelajaran kurang
|
Terjadi inovasi bahan pembelajaran untuk semua mata pelajaran
|
60%
|
|
c.
|
Inovasi
sumber pembelajaran kurang
|
Terjadi
inovasi sumber pembelajaran untuk
semua mata pelajaran
|
60%
|
|
d.
|
Inovasi
Pengelolaan kelas kurang
|
Terjadi inovasi pengelolaan kelas untuk semua tingkat
|
40%
|
|
3
|
Standar
Kelulusan
|
|
|
|
a.
|
Rata-rata ujian bersetandar nasional dan ujian sekolah 7,63 dan 7,62
|
Rata-rata UASBN = 7,00
Rata-rata US = 7,00
|
30%
20%
|
|
b.
|
Pengembangan
KKM masih lemah dan ketuntasan belajar baru 68.00%
|
KKM
mampu dikembangkan mengacu SNP dan ketuntasan belajar 75,00%
|
70%
|
|
c.
|
Terbatas perolehan peringkat dalam lomba-lomba akademik
|
Perolehan peringkat lima besar dalam lomba-lomba akademik tingkat
propinsi
|
80%
|
|
d.
|
Terbatas
perolehan peringkat umum dalam lomba-lomba non akademik
|
Perolehan
peringkat tiga umum dalam lomba-lomba non akademik tingkat kabupaten
|
70%
|
|
4
|
Standar
Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
|
|
|
|
a.
|
Peningkatan
kompetensi pendidikan aspek profesionalisme belum optimal
|
Peningkatan
kompetensi pendidik aspek profesinalisme mengacu SNP
|
30%
|
|
b.
|
Peningkatan
kompetensi pendidikan aspek pedagogik belum optimal
|
Peningkatan
kompetensi pendidik aspek pedagogic mengacu SNP
|
30%
|
|
c.
|
Peningkatan kompetensi pendidikan aspek sosial
belum optimal
|
Peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial
mengacu SNP
|
30%
|
|
d.
|
Peningkatan
kompetensi pendidikan aspek kepribadian belum optimal
|
Peningkatan
kompetensi pendidik aspek keperibadian mengacu SNP
|
30%
|
|
e.
|
Peningkatan kompetensi tenaga TU
dan lainya belum optimal
|
Peningkatan
kompetensi TU dan lainya
mengacu pada SNP
|
25%
|
|
f.
|
Peningkatan
kompetensi kepala sekolah belum optimal
|
Peningkatan
kompetensi kepala sekolah mengacu pada SNP
|
50%
|
|
g.
|
Belum
terwujudnya pelaksanaan monev kepsek terhadap kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan secara berkelanjutan
|
Terwujudnya
pelaksanaan monev kepsek terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
secara berkelanjutan
|
50%
|
|
h.
|
Kuantitas
tenaga pendidik dan kependidikan kurang
|
Peningkatan
kuantitas tenaga pendidik dan kependidikan mengacu SNP
|
82%
|
|
5
|
Standar
Saranna dan Prasarana
|
|
|
|
a.
|
Inovasi
media pembelajaran belum mengacu SNP
|
Terlaksananya
inovasi media pembelajaran mengacu SNP
|
50%
|
|
b.
|
Inovasi
peralatan pembelajaran belum mengacu SNP
|
Terlaksananya inovasi peralatan pembelajaran mengacu SNP
|
60%
|
|
c.
|
Pengembangan
prasarana (ruang perpustakaan, komputer, kelas, keterampilan) belum memadai
|
Terlaksananya
pengembangan prasarana (ruang perpustakaan, komputer, kelas, keterampilan)
|
80%
|
|
d.
|
Pengembangan lingkungan belajar belum kondusif
|
Terlaksananya pengembangan lingkungan belajar yang kondusif
|
25%
|
|
e.
|
Peningkatan peralatan komputer, lab IPA, perpustakaan belum memadai
|
Terlaksananya
peningkatan peralatan komputer, lab IPA, perpustakaan mengacu SNP
|
60%
|
|
f.
|
Peningkatan peralatan/ bahan sarana prasaran pendidikan belum memadai
|
Terlaksananya peningkatan peralatan/ bahan sarana prasarana pendidikan
mengacu SNP
|
50%
|
|
g.
|
Pengembangan
inovasi pusat-pusat sumber belajar memadai
|
Terlaksananya
pengembangan inovasi pusat-pusat sumber belajar mengacu SNP
|
60%
|
|
6
|
Standar
Pengelolaan
|
|
|
|
a.
|
Pembuatan
Renstra tiap tahun terlaksana
|
Terlaksananya
pembuatan Renstra tiap tahun mengacu SNP
|
30%
|
|
b.
|
Pembagian tugas tiap tahun terlaksana
|
Pengembangan
pembagian tugas secara jelas
|
10%
|
|
c.
|
Struktur
organisasi sekolah ada
|
Pengembangan struktur organisasi sekolah sesuai kebutuhan
|
20%
|
|
d.
|
Belum
terlaksana pembelajaran secara efektif dan efisien mengacu SNP
|
Terlaksana
pembelajaran secara efektif dan efisien mengacu SNP
|
60%
|
|
e.
|
Belum
terlaksananya pengembangan perangkat penilaian
|
Terlaksananya
pengembangan perangkat penilaian
|
60%
|
|
f.
|
Belum
terlaksananya pengembangn administrasi sekolah
|
Terlaksananya
pengembangn administrasi sekolah mengacu SNP
|
40%
|
|
g.
|
Implementasi
MBS belum optimal
|
Terwujudnya
implementasi MBS
|
70%
|
|
h.
|
Pelaksanaan
Monev belum berkelanjutan
|
Terwujudnya
Monev secara berkelanjutan
|
50%
|
|
i.
|
Supervisi
klinis belum berkelanjutan
|
Terlaksananya supervise klinis secara berkelanjutan
|
30%
|
|
j.
|
Kurang
terwujudnya penggalanga partisipasi masyarakat
|
Terwujudnya
penggalanga partisipasi masyarakat
|
50%
|
|
k.
|
Jaringan
kerja yang efektif dan efisien baik vertikal maupun horizontal belum optimal
|
Mewujudkan
jaringan kerja yang efektif dan efisien baik vertikal maupun horizontal
|
20%
|
|
l.
|
Pelaporan
secara akuntebel setiap kurun waktu yang ditetapkan terlaksana
|
Terwujudnya
pelaporan secara akuntebel setiap kurun waktu yang ditetapkan
|
5%
|
|
7
|
Standar
Pembiayaan
|
|
|
|
a.
|
Terbatasnya
kerjasama dengan penyandangan dana selain pemerintah
|
Adanya kerjasama dengan penyandangan dana
|
80%
|
|
b.
|
Terbatasnya
usaha sekolah dalam menciptakan usaha penggalian dana
|
Terwujudnya
usaha sekolah dalam penggalian dana
|
80%
|
|
c.
|
Partisipasi
masyarakat dalam hal pendanaan program sekolah masih terbatas
|
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal pendanaan program sekolah
|
50%
|
|
8
|
Standar
Penilaian
|
|
|
|
a.
|
Belum
memiliki model-model penilaian pembelajaran
|
Memiliki
model-model penilaian pembelajaran
|
80%
|
|
b.
|
Implementasi penilaian dalam ulangan harian, akhir semester.
|
Implementasi model penilaian dalam
ulangan harian, tengah semester, akhir semester dan kenaikan kelas
|
40%
|
|
c.
|
Belum
mampu mengembangkan instrument model evaluasi
|
Terwujudnya pengembangan instrument model evaluasi
|
75%
|
|
d.
|
Belum
mampu mengembangkan pedoman evaluasi mengacu SNP
|
Terwujudnya
pengembagan pedoman evaluasi mengacu SNP
|
80%
|
|
e.
|
Belum
mampu mengembangkan lomba-lomba dan uji coa instrument
|
Terwujudnya
pengembangan lomba-lomba dan uji coa instrument
|
80%
|
|
f.
|
Try
out pengembangan butir soal masih terbatas
|
Pelaksanaan
try out untuk pengembangan butir soal
|
50%
|
2.2 Visi,
Misi, dan Tujuan Sekolah
Visi
“Membentuk anak didik yang berprestasi, beriman dan
berwawasan budaya”.
Misi
1.
Mengefektifkan Proses
Belajar Mengajar (PBM).
2.
Meningkatkan kwalitas
pembelajaran dan bimbingan individual secara aktif, kreatif dan efektif.
3.
Membimbing siswa untuk
berpikir kritis.
4.
Menginflementasikan
ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, di rumah dan dilingkungan
masyarakat.
5.
Menumbuhkan
sikap disiplin dan beretika dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
6.
Melestarikan
nilai-nilai budaya lokal dan nasional.
7.
Mendorong
warga sekolah dalam meningkatkan kebersihan, kerindangan dan kesehatan.
Tujuan
Sekolah
Tujuan sekolah
disusun sesuai dengan Visi dan Misi sekolah, yakni:
a. Dapat
mengamalkan ajaran agama sebagai hasil dari proses pembelajaran dan
pengembangan diri
b. Dapat
memantapkan program pembinaan prestasi siswa
c. Dapat
melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan
d. Dapat
mengembangkan budaya disiplin dan etos kerja yang tinggi
e. Dapat
membangkitkan semangat berprestasi seluruh warga sekolah
f.
Dapat menumbuhkan
kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan
g.
Dapat menjalin
kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dengan masyarakat .
2.3 Rencana Strategi
|
No
|
Pengembangan
Standar
|
Program-program
Strategis
|
|
1
|
Isi
|
1.
Pengembangan
Kurikulum Satuan Pendidikan.
2.
Pengembangan kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi.
3.
Pengembangan struktur
kurikulum.
4.
Pengembangan beban
belajar.
5.
Pengembangan kalender
pendidikan.
6.
Pengembangan Silabus
dan RPP.
7.
Pemetaan KTSP untuk semua mata pelajaran.
|
|
2
|
Proses
|
1.
Pengembangan
perencanaan proses pembelajaran.
2.
Pengembangan
pelaksanaan proses pembelajaran.
3.
Pengembangan
penilaian hasil pembelajaran.
4.
Pengembangan diversifikasi
kurikulum muatan lokal.
5.
Mengadakan
diversifikasi kurikulum.
6.
Mengoptimalkan
program kesiswaan.
7.
Mengoptimalkan peranan dan tugas pendidik dan kependidikan.
|
|
3
|
Kompetensi
Lulusan
|
1.
Melaksanakan Program
remidi.
2.
Melaksanakan program
pengayaan.
3.
Melaksanakan program
pembelajaran tambahan.
4.
Melaksanakan
pembinaan dan peningkatan prestasi akademik dan non akademik (Lomba mata
pelajaran, KIR, kesenian, dan olahraga).
|
|
4
|
Tenaga Pendidik dan Kependidikan
|
1.
Mempermudah ijin
tenaga pendidik dan kependidikan yang ingin mengembangkan diri
2.
Melaksanakan
program-program kursus komputer atau sejenisnya untuk meningkatkan keahlian
tenaga pendidik dan kependidikan.
|
|
5
|
Sarana
dan Prasarana
|
1.
Meningkatkan sarana
dan prasarana sekolah.
2.
Menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat.
3.
Mengadakan perencanaan dengan semua stake holder dalam melengkapi
peralatan: Lab, buku teks, buku perpustakaan, dan media pembelajaran.
4.
Mengadakan kordinasi dengan Komite, dan orang tua siswa dalam melengkapi
peralatan: Lab, buku teks, buku perpustakaan, dan media pembelajaran.
5.
Mengadakan kordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dalam melengkapi
peralatan: Lab, buku teks, buku perpustakaan, dan media pembelajaran.
6.
Mengusulkan pada pemerintah untuk melengkapi peralatan: Lab, buku teks,
buku perpustakaan, dan media pembelajaran.
7.
Mengusulkan kepada Komite, Pemerintah untuk melengkapi fasilitas bangunan
yang diperlukan.
8.
Melaksanakan semua usulan yang telah disetujui untuk melengkapi sarana
yang diperlukan sesuai SPM.
9.
Melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan secara
berkelanjutan.
|
|
6
|
Pengelolaan/
Managemen
|
Memasyarakatkan
pada semua stake holder manajemen berbasis sekolah yang bercirikan
kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
|
|
7
|
Pembiayaan
|
1.
Mengembangkan
kerjasama dibidang penggalangan sumber dana.
2.
Mengurangi penggunaan
biaya operasional tidak langsung (efisiensi pengelolaan keuangan).
|
|
8
|
Penilaian
Pendidikan
|
1.
Menerapkan
model-model evaluasi hasil belajar oleh pendidik.
2.
Melaksanakan
pedoman-pedoman evaluasi hasil belajar oleh satuan pendidik.
3.
Melaksanakan standar penilaian hasil belajar yang dikehendaki oleh
pemerintah.
|
2.4 Strategi Pencapaian
|
No
|
Pengembangan/
Sasaran
|
Strategi
Pelaksanaan/ Pencapaian
|
|
1
|
Pengembangan
Kurikulum Satuan Pendidikan
|
1.
Mengadakan Workshop
guru mata pelajaran.
2.
Mengadakan loka
karya.
3.
Mengadakan seminar untuk menghasilkan KTSP
|
|
2
|
Pengembangan kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi
|
1.
Meningkatkan peranan KKG dalam membuat SK, KD, dan Silabus.
2.
Meningkatkan peranan KKG dalam membuat RPP untuk menghasilkan dokumen
kurikulum sekolah.
|
|
3
|
Pengembangan
Struktur Kurikulum
|
1.
Melengkapi struktur
Kurikulum Muatan Lokal.
|
|
4
|
Pengembangan
beban belajar
|
1.
Mengadakan studi
banding ke sekolah lain untuk mengembangkan model pembelajaran.
2.
Mengadakan buku-buku
penunjang yang relevan.
|
|
5
|
Pengembangan
kalender pendidikan
|
1.
Menyusun kalender
pendidikan.
2.
Mensosialisasikan
kalender pendidikan.
3.
Melaksanakan kalender
pendidikan.
|
|
6
|
Pengembangan
perencanaan proses pembelajaran
|
1.
Mengadakan workshop
guru mata pelajaran untuk mengembankan RPP.
2.
Meningkatkn peranan
KKG untuk membahas pengembangan RPP.
|
|
7
|
Pengembangan
pelaksanaan proses pembelajaran
|
1.
Melaksanakan
remedial.
2.
Melaksanakan
pengayaan.
3.
Melaksanakan
pelajaran tambahan.
|
|
8
|
Pngembangan
Penilaian hasil belajar
|
1.
Menyusun kisi-kisi
soal.
2.
Menyusun soal.
3.
Menganalisis hasil
belajar.
4.
Menerapkan
model-model evaluasi hasil belajar ole pendidik : melalui ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.
5.
Melaksanakan pedoman-pedoman
evaluasi hasil belajar oleh satuan pendidikan, melalui ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
6.
Melaksanakan standar
penilaian hasil belajar yang dikehendaki oleh pemerintah dengan melakukan
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ujian
akhir.
|
|
9
|
Pengembangan
diversifikasi kurikulum muatan lokal
|
Memilih
muatan lokal sesuai dengan kondisi sekolah dan budaya setempat.
|
|
10
|
Peningkatan
rata-rata UASBN/UAS
|
1.
Mengaktifkan KKG
tingkat sekolah.
2.
Mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan.
3.
Inovasi pembelajaran dengan pendekatan CTL yang berorientasi life skill.
4.
Pengadaan alat bantu
pembelajaran.
5.
Peningkatan layanan
perpustakaan dan pengadaan buku-buku menuju komunitas belajar.
|
|
11
|
Tim
akademis mampu menjadi finalis dalam setiap lomba yang diikuti di tingkat
kabupaten
|
1.
Pembinaan dini
melalui kelas berbakat akademis.
2.
Mengikuti setiap lomba, minimal di tingkat kabupaten.
3.
Menjaring Potensi
siswa melalui kegiatan lomba akademis.
|
|
12
|
Tim kesenian Tari Bali mampu tampil pada acara setingkat propinsi
|
1.
Memiliki tim yang
handal
2.
Peningkatan sarana
dan prasarana
3.
Peningkatan latihan
secara terprogram
|
|
13
|
Tim
Olah Raga (Tenis, Atletik) menjadi
juara I tingkat Kabupaten
|
1.
Penyusuna program/manajemen.
2.
Pengembangan sarana
dan prasarana.
3.
Pelaksanaan program.
4.
Pelaksanakan
pertandingan.
|
|
14
|
Tim
Kesenian Metembang Bali mampu bersaing dalam Lomba di tingkat Kabupaten
|
1.
Penyusunan program
kegiatan.
2.
Mengadakan saran dan
prasarana.
3.
Pelaksanaan program.
4.
Mengikuti
lomba-lomba.
|
|
15
|
25% siswa mampu mengoperasikan computer program Microsoft Word dan
Microsoft Excel
|
1.
Pengaktifan kelompok
keterampilan komputer.
2.
Peningkatan sarana dan prasarana komputer.
3.
Peningkatan latihan
dan praktek serta ujian yang terperinci.
|
|
16
|
95%
siswa dpat meningkatkan kedisiplinn
|
1.
Penyusunan tat tertib
siswa.
2.
Pelaksanaan tat
tertib siswa
3.
Program bimbingan
|
|
17
|
100%
tenaga pendidik berkualifikasi S1
|
Pengembangan
tenaga kependidikan
|
|
18
|
30%
meningkatkan keahlian khusus tenaga pendidik
|
Peningkatan tenaga pendidik melalui pelatihan.
|
|
19
|
50%
meningkatkan keahlian khusus tenaga kependidikan
|
Peningkatan
tenaga kependidikan melalui pelatihan.
|
|
20
|
Pengembanga
sarana prasarana yang diperlukan untuk proses pembelajaran di sekolah
|
1.
Mengadakan kordinasi
dengan Ketua Komite untuk melengkapi peralatan Lab, buku teks, buku
perpustakaan dan media pembelajaran.
2.
Menyusun program
perencanaan dan usulan
3.
Mengadakan kordinasi
dengan Dinas Pendidikan Kabupaten untuk melengkapi peralatan Lab, buku teks,
buku perpustakaan dan media pembelajaran.
4.
Menindak lanjuti
usulan bersama komite ke pemerintah untuk melengkapi peralatan Lab, buku
teks, buku perpustakaan dan media pembelajaran.
5.
Menindak lanjuti
usulan pemerintah mengenai fasilitas bangunan yang disetujui.
6.
Menjalin kerjasama
pada semua stake holder tentang sarana dan prasarana yang diadakan.
7.
Pengadaan sarana
dan prasarana yang sesuai SPM
8.
Memanfaatkan sarana
dan prasarana yang telah ada sesuai SPM dengan MBS yang bercirikan
kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas.
9.
Mengembangkan
kerjasama dibidang penggalangan sumber dana dengan pemerintah, komite sekolah
dan stake holder.
10. Melakukan
kerjasama dengan semua stake holder baik di sekolah dan luar sekolah dalam
melengkapi bahan dan peralatan pendidikan.
11. Mengurangi
penggunaan operasional tak langsung seperti: Listrik, Air dan Jasa
Telekomunikasi.
12. Melaksanakan
pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan secara berkelanjutan.
|
BAB III
MONITORING
DAN EVALUASI
3.1 Monitoring dan Evaluasi
|
No
|
Saran
Monev
|
Aspek
Monev
|
|
1
|
Standar
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Peningkatan Proses
|
1.
Substansi :
a.
Kurikulum
b.
Bahan Ajar
c.
Buku Siswa
d.
Kesiapan Guru
e.
Pengelolaan Kelas
f.
Metodelogi Pengajaran
g.
Penggunaan media
pembelajaran
h.
Integritas
Keperibadian
2.
Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi
a.
Kepala Sekolah
b.
Team yang dibentuk
sekolah
3.
Jenis Monitoring :
Supervisi klinis KBK
4.
Waktu Pelaksanaan :
akhir tahun
|
|
2
|
Standar Kelulusan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
|
1.
Substansi :
a.
Akademik
b.
Non Akademik
c.
Keperibadian
d.
Guru
e.
Kepala Sekolah
f.
Karyawan
2.
Pelaksana Monitoring
dan Evaluasi
a.
Kepal Sekolah
b.
Team yang dibentuk
sekolah
3.
Jenis Monitoring :
Supervisi klinis KBK
4.
Waktu Pelaksanaan :
akhir tahun
|
|
3
|
Standar Sarana, Prasarana, dan Pengolahan
|
1.
Monitoring dan
Evaluasi sumber daya sekolah tentang :
a.
Sarana prasarana (tanah dan gedung)
b.
SDM sekolah
c.
Fasilitas ruang: Lab, Perpustakaan, UKS,
dan BP.
d.
Fasilitas Mobilair untuk: siswa, guru, kepala sekolah, dan tata usaha
e.
Sumber dana dan
jumlah dana
f.
Optimalisasi penggunaan sumber daya sekolah.
2.
Monitoring dan
Evaluasi penelolaan kelembagaan tentang:
a.
Tugas dan
tanggungjawab
b.
Jaminan hak-hak kewajiban, penghargaan dan sanksi bagi warga sekolah.
c.
Kerjasama dengan pihak
lain (stake holder)
d.
Pengembangan dan
inovasi kelembagaan
e.
Peningkatan aturan
main atau kebijakan sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
f.
Peningkatan kebiasaan
baik dan inovatif di sekolah
g.
Peningktan peranan
warga sekolah dalam melaksanakan MBS
h.
Peningkatan
pengelolaan hubungan kelembagaan baik intern sekolah maupun dengan ekstern
sekolah.
3.
Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi
a.
Kepala Sekolah
b.
Team yang dibentuk
sekolah
4.
Waktu pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi: Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
|
|
4
|
Standar
Pembiayaan dan
Penilaian
Pendidikan
|
1.
Substansi
a.
Sumber dana
b.
Pengguna dana
c.
Akuntabilitas
pengguna dana
d.
Kesiapan guru
e.
Pelaksanaan penilaian
f.
Perencanaan
g.
Implementasi Program
h.
Pengawasn
i.
Kepemimpinan
j.
Akademik
k.
Non Akademik
l.
Keperibadian
m.
Prestasi guru
n.
Prestasi Kepala
Sekolah
2.
Pelaksanaan Monitoring
dan Evaluasi
a.
Kepala Sekolah
b.
Team yang dibentuk
sekolah
3.
Jenis Monitoring
: Supervisi klinis KBK
4.
Evaluasi
a.
Kinerja Sekolah
b.
Kinerja Guru
c.
Kinerja Tata Usaha, Lab dan Perpustakaan
d.
Kinerja Kepala
Sekolah
5.
Waktu Pelaksanaan
a.
Tengah semester
b.
Akhir Tahun
|
PELAKSANAAN
MONITORING
Pelaksanaan
Monitoring di SD No. 3 Banyuasri dilaksanakan di seluruh kelas dari kelas I – VI. Untuk semua guru pelaksanaannya
dilakukan setiap sebulan sekali dengan jadwal sebagai berikut :
1.
Monitoring kelas I
dilaksanakan pada bulan Juli 2013
dan Januari 2014
2.
Monitoring
kelas II dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 dan Februari 2014
3.
Monitoring kelas III
dilaksanakan pada bulan September 2013 dan
Maret 2014
4.
Monitoring kelas IV
dilaksanakan pada bulan Oktober 2013
dan April 2014
5.
Monitoring
kelas V dilaksanakan pada bulan November 2013 dan Mei 2014
6.
Monitoring kelas VI
dilaksanakan pada bulan Desember 2013
dan Juni 2014
INSTRUMEN
MONITORING DAN EVALUASI
Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi di SD No. 3 Banyuasri dengan menggunakan instrumen
seperti dibawah ini :
INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK
1.
Nama
Sekolah :
…………………………………………………………
2.
Nama
Guru : …………………………………………………………
3.
Mata
Pelajaran :
…………………………………………………………
4.
Kelas
/ Semester : …………………………………………………………
5.
Hari/tanggal/jam
ke : ………………………………………………………….
6.
Kompeteni
Dasar / : ………………………………………………………….
Indikator
7.
Jumlah
Siswa : ………orang,
hadir :……. Orang, tidak hadir: ….. orang
|
No
|
Aspek yang diamati
|
Ya
|
Tidak ada
|
Ket
|
|
|
baik
|
Perlu
diperbaiki
|
||||
|
I
|
PERSIAPAN
|
|
|
|
|
|
1
|
Program
Tahunan
|
|
|
|
|
|
2
|
Program
Semester
|
|
|
|
|
|
3
|
Silabus
|
|
|
|
|
|
4
|
KKM
untuk KD yang dibahas
|
|
|
|
|
|
5
|
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
|
|
|
|
|
|
6
|
Buku nilai memuat semua tagihan yang telah dilaksanakan
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH
I
|
….
|
|
|
|
|
II
|
KEGIATAN
PEMBELAJARAN
|
|
|
|
|
|
A
|
PENDAHULUAN
|
|
|
|
|
|
1
|
Kesiapan alat bantu & media pembelajaran
|
|
|
|
|
|
2
|
Motivasi
|
|
|
|
|
|
3
|
Apersepsi
|
|
|
|
|
|
4
|
Kejelasam
kompetensi dasar / indicator
|
|
|
|
|
|
5
|
Kesiapan
bahan ajar
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAJ
II A
|
….
|
|
|
|
|
B
|
KEGIATAN
POKOK
|
|
|
|
|
|
1
|
Penguasaan
materi
|
|
|
|
|
|
2
|
Pengelolaan
kelas
|
|
|
|
|
|
3
|
Pengelolaan
waktu
|
|
|
|
|
|
4
|
Metode/pendektan
yang bervariasi
|
|
|
|
|
|
5
|
Penggunaan alat bantu/media pembelajaran
|
|
|
|
|
|
6
|
Peran guru sebagai fasilitator/bimbingan yang diberikan
kepada peserta didik
|
|
|
|
|
|
7
|
Teknik
bertanya
|
|
|
|
|
|
8
|
Penggunaan
papan tulis / white board
|
|
|
|
|
|
9
|
Interaksi
guru-peserta didik
|
|
|
|
|
|
10
|
Interaksi
antara peserta didik
|
|
|
|
|
|
11
|
Aktivitas peserta didik :
a. menggali informasi dari berbagai sumber
|
|
|
|
|
|
|
b.
mengolah informasi/data
|
|
|
|
|
|
|
c. melakukan penelitian /memecahkan masalah
|
|
|
|
|
|
|
d.
berkomunikasi lisan /tertulis (mempresentasikan hasil/pidato/mengarang, dsb)
|
|
|
|
|
|
|
e.
mengajukan pertanyaan yang berbobot/ide kreatif
|
|
|
|
|
|
|
f.
menghubungkan materi pembelajaran dengan budi pekerti/teknologi/kehidupan
sehari-hari/lingkungan
|
|
|
|
|
|
|
g. mengambil keputusan/menarik kesimpulan
|
|
|
|
|
|
12
|
Sikap/minat peserta didik dalam pembelajaran :
a.
kehadiran
|
|
|
|
|
|
|
b. membawa buku pelajaran yang relevan
|
|
|
|
|
|
|
c.
buku catatan rapi
|
|
|
|
|
|
13
|
Pencapaian kompetensi dasar dan atau indicator
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH
II B
|
|
|
|
|
|
C
|
PENUTUP
|
|
|
|
|
|
1
|
Siswa
membuat rangkuman /kesimpulan dibimbing guru
|
|
|
|
|
|
2
|
Membersihkan
alat/bahan yang selesai digunakan
|
|
|
|
|
|
3
|
Tugas
untuk pertemuan berikutnya
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH
II C
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH “Ya (ada), (baik) SELURUHNYA
|
|
|
|
|
|
|
KUALIFIKASI
|
|
|
|
|
Catatan
: …………………………………………………………………………
![]() |
KERJASAMA
DENGAN PIHAK LAIN
1.
Bekerjasama dengan
Komite Sekolah misalnya menangani masalah siswa dan lingkungan sekolah.
2.
Bekerjasama dengan
Pengawas Sekolah misalnya Mendiskusikan tugas-tugas guru yang harus dikerjakan
yang ada kaitannya dengan siswa (akademik dan non akademik) dan lingkungan
sekolah,Dalam rangka melaksanakan monitoring.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Semua rencana yang
disusun mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan serta situasi dan kondisi
Sekolah Dasar No. 3 Banyuasri.
2.
Semua rencana kegiatan disusun
dengan tujuan meningkatkan mutu Pendidikan khususnya di Sekolah Dasar No. 3
Banyuasri.
B. SARAN – SARAN
1.
Penanggung jawab
kegiatan program Pengembangan 8 Standar Nasional Pendidikan diharapkan dapat
melaksanakan tugas secara optimal, sehingga pada akhirnya mutu pendidikan pada
Sekolah Dasar No. 3 Banyuasri dapat lebih ditingkatkan, seiring optimalnya
Program Kegiatan yang dilaksanakan.
2.
Diharapkan pada masa
yang akan datang program ini dijadikan kegiatan rutin tiap tahun selama 4 tahun ke depan dengan
dukungan dana yang lebih besar lagi, sehingga mutu pendidikan khususnya di
Sekolah Dasar No. 3 Banyuasri semakin lebih baik dan meningkat.
Singaraja, 2 September 2013
Kepala Sekolah
SD No. 3 Banyuasri
Putu Widiana, S.Pd
NIP. 195803111979101002
